in

Tips Manajemen Diri

Menurut James A. F. Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Manage berasal dari bahasa Inggris yang artinya mengelola. Sedangkan dalam diri manusia terdapat 3 bagian yang perlu diketahui yaitu, ruh ( hati, ruhani),  jism ( tubuh,  jasmani),  akal (akal, fikiran, ego). Dilihat dari tiga faktor itu bisa dikatakan bahwa memanajemen diri adalah  upaya untuk mengelola, mengoptimalkan peran apa yang kita miliki (ruh, jism, akal) agar kita bisa hidup  tidak dengan penuh penyesalan. Kita perhatikan apa yang pernah di sampaikan oleh Imam Ali ra ;

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

Artinya: kebenaran yang tidak dikelola dengan baik, akan dikalahkan oleh kebatilan yang dikelola dengan baik.

Dari sini kita mendapatkan satu pelajaran yang penting bahwa kebatilan yang dikelola dengan baik, dengan strategi yang matang, kebatilan itu akan mendapatkan hasil yang sempurna, sedangkan kebenaran yang tidak dikelola dengan baik akan kalah. Kemenangan dilihat dari sisi kesuksesan seseorang dalam mengelola diri sendiri pastinya akan selalu mendapatkan kemenangan yang sempurna.

Ada enam aspek yang perlu diperhatikan dalam mengelola diri sendiri, antara lain;

  • Manajemen waktu

“andai saja waktu dapat terulang kembali pasti saya akan memperbaikinya” ungkapan yang sering keluar dari diri kita saat merasakan penyesalan,  tapi sayang seribu sayang waktu tidak akan pernah kembali itu yang harus kita ingat. Aturlah waktu sebaik baik mungkin, jangan pernah disia-siakan, selagi ada waktu lakukanlah dengan baik.

  • Manajemen Diri

K.H. Ali Mas’ud Ali pernah berpesan kepada santrinya “kennenga kennengih,  lakona lakonih (tempati yang semestinya ditempati, kerjakan yang semestinya dikerjakan)”.  Kata tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa penting untuk menjaga kedisiplinan terhadap apa yang telah kita miliki. Artinya, jika pekerjaan kita maka kitalah yang melakukan pekerjaan itu bukan orang lain, dan jika bukan tempat kita maka jangan kita tempati, tempatilah apa yang sudah menjadi tempat kita.

  • Manajemen Keuangan

Terkadang kita sebagai manusia yang selalu terlena dalam duniawi dan lupa bahwa dunia hanya sementara, berbicara tentang uang memang tidak ada habisnya. Keseharian kita butuh uang untuk melakukan kegiatan atau rutinitas yang selalu kita lakukan, kelola dengan baik pengeluran yang akan kita keluarkan untuk kebutuhan dan  hindari berlebihan.

  • Menyegerakan pekerjaan

Menunda pekerjaan berakibat menumpuknya pekerjaan yang akan kita lakukan, segeralah lakukan pekerjaan kita selagi tidak berhalangan.

  • Berpikiran positif

Berpikiran positif adalah energi luar biasa yang bisa membawa kita dalam mendapatkan kesuksesan. Aktif, jujur, bekerja keras merupakan nutrisi yang bisa meningkatkan semangat  dalam bekerja. Jika kita hanya berpikiran negatif terhadap semua hal, bahkan terhadap orang lain, semua itu hanya akan menghabiskan energi dan waktu.

  • Manajemen Ibadah

Kata ibadah dan hamba berasal satu akar dari bahasa Arab yaitu ‘abd. Jadi, ibadah (menghamba, mengabdi) merupakan tujuan kita diciptakan di dunia ini. Ibadah adalah konsumsi bagi jasmani, rohani, dengan beribadah kita telah memberikan ketenangan, kebersihan pada diri kita. Kelola waktu ibadah wajib dan sunnah dengan baik, karena ibadah bisa kita lakukan di mana saja, dan kapan saja sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.

Apabila kita sudah bisa memaksimalkan enam aspek yang sudah dijelaskan di atas, maka tiga unsur dalam diri sudah sedikit banyak kita manfaatkan dengan baik.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Saiful Bahri

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

STIRUA Dan Budaya Klasik Yang Harus Disikapi Secara Bijak

Perempuan, Remaja, dan Budaya