in

Perempuan, Remaja, dan Budaya

Budaya yang kita miliki yakni budaya timur yang mempunyai banyak perbedaan dengan budaya barat. Jika di budaya barat remaja pada usia 17 tahun lebih normal mengkonsumsi alkohol dan zat adiktif. Berbeda dengan budaya timur, dalam kondisi apapun tidak dibenarkan. Berkaca pada budaya timur itu disebut dengan tidak normal. Namun berbeda kasus berbeda pula aturan budayanya.

Perempuan kebanggaan kita R.A Kartini pahlawan kemerdekaan bagi perempuan-perempuan Indonesia yang mengusung emansipasi bagi para perempuan Indonesia justru dipuji-puji dan dijadikan pahlawan bangsa karena beliau melawan budaya. Apa yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini sungguhpun melawan budaya kita namun justru itu memberikan dampak postif bagi kita, khususnya kaum perempuan. Di mana para perempuan diperbolehkan memberikan ide-ide kreatifnya didunia pekerjaan. Asalkan perempuan tetap menjalankan tugas dan kodratnya di dalam keluarga dan masyarakat.

Sudah berjam-jam menunggu artis pujaan melintas menggunakan mobil di depannya, dan artis pujaan yang dinanti-nanti sudah tiba namun tidak memberikan salam sapaan kepada dirinya. Apa yang terjadi? Si anak tadi pulang ke rumah, menangis sambil menjerit histeris, mengacak-acak barang di kamarnya, membanting pintu, mengunci pintu dan tidak mau makan seharian. Normal kah? Kemudian orang tua mengatakan itu sudah biasa dan berpendapat bahwa anak jaman sekarang memang seperti itu. Nah lho?!

Sekarang jika kita menonton televisi, hampir semua stasiun televisi menayangkan tayangan yang bermaksud menghibur namun justru memberikan tontonan yang tidak mendidik. Laki-laki berpakaian dan berdandan seperti perempuan, laki-laki menjadi perempuan, anak melawan orang tua karena urusan asmara, kehidupan di sekolah yang yang di dalamnya tidak menampilkan sisi edukasi sama sekali tapi melulu pada asmara, perselisihan, persaingan dan perdebatan. Biasanya sinetron atau acara televisi seperti ini ditayangkan setiap hari karena minat masyarakat untuk menonton semakin tinggi sehingga membuat ratingnya semakin naik. Normalkah?

Norma dan budaya kita, ya harus tetap kita miliki dan kita amalkan. Jangan karena takut dibilang norak, katro dan ketinggalan jaman, kita jadikan budaya lain masuk tanpa kita pertimbangkan. Ilmu pengetahuan ada untuk memperbaiki kehidupan manusia bukan?

Jadi, alangkah lebih mulia kita ketika bisa menggunakan ilmu yang kita peroleh untuk menjaga keseimbangan nafas budaya yang kita punya. Sepertinya, tidak ada salahnya kita menilai sesuatu yang normal-tidak normal itu dari budaya yang kita miliki. Kita lahir dan dibesarkan, bermasyarakat, berorganisasi, menimba ilmu pengetahuan di negara ini, Indonesia. Betapapun perang globalisasi budaya barat semakin memanas dan merongrong budaya kita, tetaplah pada apa yang ibu pertiwi ajarkan, tetaplah pada apa yang tanah air tanamkan.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Nuris Syarifah

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Tips Manajemen Diri

Siapa Guru Tolang itu?