in

Rumus Kesempurnaan Keluarga Menurut Kitab ‘Uqudul Lujain

Kesempurnaan langit, bumi dan seisinya adalah bentuk kuasa Tuhan Yang Maha Mulia. Tidak ada yang perlu diragukan. Manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan. Menjawab takdir yang telah mereka janjikan pada saat empat bulan di tempat yang aman. Rumus rumah tangga islami dalam kitab ‘Uqudul Lujain karya Muhammad Abu Basyir Romawi memberi sejuta bahtera menuju jalan RidaNya.

Dalam membangun rumah tangga menuju surga, tidak hanya sampai saat mengikat janji setia, akan tetapi di situlah tatanan tangga surga baru didaki. Di dalam keluarga mempunyai peran masing-masing. Suami adalah pemimpin keluarga dan kelak dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan (rumah tangganya). Istri adalah pengatur di rumah suaminya, kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang pengaturannya (di rumah suaminya). Pembantu adalah pelaksana dalam menjalankan pertanggungjawaban tentang pelaksanaannya. Anak laki-laki adalah penjaga harta kekayaan orang tuanya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang penjagaannya. Jadi kalian semua adalah penggembala dan kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas penggembalaannya. (riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Allah Swt. berfirman dalam Quran surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya: Wahai orang-orang yangg beriman! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Dalam ayat ini sangat jelas Allah Swt. menegaskan bahwa dalam keluarga saling timbal balik. Bukan hanya suami saja yangg harus menjaga keutuhan keluarga, tetapi semua anggota keluarga harus menjaga keluarga dari segala macam keburukan.

Dalam hadis dijelaskan bahwa; sesungguhnya diantara manusia yang paling keras menerima siksaan kelak di hari kiamat adalah orang yang memperbodoh keluarganya (yang sengaja membentuk keluarganya menjadi bodoh). Serta dalam hadis lain dijelaskan; tidak ada dosa yang lebih besar yang kelak di hari kiamat dibawa seseorang menghadap kepada Allah Swt. daripada orang yang membuat keluarganya menjadi bodoh.

Dalam ayat di atas tadi menjadi penjelas bahwa, sungguh kita sebagai orang muslim, salat adalah tiang agama. Kehidupan yang kekal sesungguhnya ialah alam akhirat. Hidup di dunia jika kita tidak memanfaatkan dengan baik maka rugilah kita. Memerintahkan salat kepada keluarga bukan hal yang dianggap sepele. Tapi, menjaga keluarga dari keburukan dan kebodohan adalah rumus menciptakan keluarga yang diridai Allah Swt.

Hak istri terhadap suami yaitu, pergauli dengan baik. Memenuhi kebutuhan baik dari segi ucapan dan tindakan. Dalam segi ucapan suami harus berkata lembut dan penuh kasih sayang. Memberikan amanah yang baik kepada istri seperti, melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan melakukan hal yang ma’ruf. Suami juga harus melarang istri untuk tidak mempersilahkan orang lain dengan seenaknya masuk ke dalam rumah tanpa izin suami. Melarang untuk tidak keluar rumah tanpa izin suami, dan mencegah istri agar tidak menceritakan aib keluarga sendiri kepada orang lain.

Istri mempunyai hak untuk dipenuhi kebutuhannya seperti pakaian dan mencukupi nafkahnya. Mengajak jalan-jalan istri, membuat istri bahagia dalam pelukannya, jangan sekali-kali suami menampar wajah istri dan menjelek-jelekkannya. Hendaknya suami bersabar atas kekurangan istrinya.

Sebagai suami pengajaran dan wasiat sangat diperlukan. Maka dari itu, suami harus pandai memberi pengajaran dan wasiat yang bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya. Adapun hak suami atas istri ialah wanita yang salihah (istri) taat kepada Allah Swt. dan suami. Melakukan apa yang suami perintahkan, memelihara diri dan keluarganya jika suami tidak ada di rumah, dan menjaga harta suami. Bersabar mengatasi semua permasalahan keluarga dan tidak mengeluh jika hidup sederhana. Selalu ada untuk suami, selalu memberikan dukungan, dan tidak berkhianat pada suami.

Semua Rumus dalam membentuk rumah tangga bukan hanya sebagai pengajaran (teori) semata. Tetapi, dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah dipelajari. Rumah tangga merupakan organisasi kecil yang setiap anggotanya mempunyai hak dan kewajiban. Jika di dalam rumah tangga mampu menciptakan keharmonisan dan kehangatan di dalamnya, maka keluarga yang (Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah ) niscaya akan terwujud adanya. Amin ya Rabbal Alamin.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Fitria Ulfa

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Egois Adalah Sifat Ke-Babian

Perihal Keunyuan