in

Ancaman Bukan Medan Bagi Penderita Skizofreni

Otak manusia terdapat miliyaran sambungan sel. Setiap sambungan sel menjadi tempat untuk meneruskan maupun menerima pesan dari sambungan sel yang lain. Sambungan sel tersebut melepaskan zat kimia yang disebut neurotransmitters yang membawa pesan dari ujung sambungan sel sampai ujung sel yang lain. Di dalam otak yang terserang skizofrenia, terdapat kesalahan atau kerusakan pada sistem komunikasi tersebut.

Bagi keluarga dengan penderita skizofrenia di dalamnya, akan mengerti dengan jelas apa yang dialami penderita skizofrenia dengan membandingkan otak dengan telepon. Pada orang normal, sistem switch pada otak bekerja dengan normal. Sinyal-sinyal persepsi yang datang dikirim kembali dengan sempurna tanpa ada gangguan sehingga menghasilkan perasaan, pemikiran, dan akhirnya melakukan tindakan sesuai kebutuhan saat itu.

Kebutuhan tersebut salah satunya rasa aman. Ketika orang telah memenuhi kebutuhan fisiologis mereka, penderita skizofrenia menjadi termotivasi dengan kebutuhan akan keamanan yang termasuk di dalamnya keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari kekuatan yang mengancam, seperti perang, terorisme, penyakit, rasa takut, kecemasan, bahaya, kerusuhan, dan bencana alam.

“Rasa aman yang terperangkap adalah keinginan terbesar untuk mereka yang terperangkap dalam ruang  hampa.”

Pertama, kebutuhan akan rasa aman menganggap semesta adalah rasa aman yang tercermin dari sikap kesehariannya selama masa rehabilitasi. Tempat tinggal yang layak sangat penting. Penderita jika mengalami gejala sia (contoh gejala negatif dan kognitif) mungkin tidak dapat hidup mandiri. Rawat inap dan rehabilitasi masyarakat akan membantu penderita dengan tujuan memaksimalkan kemandirian penderita skizofrenia.  Penderita skrofrenia akan mengungkapkan kenyamananan antara mengaitkan pikiran dan respon yang diungkapkan dari lingkungan sekitarnya. Kenyamanan itu timbul karena penderita merasa aman dan nyaman jika penderita mampu berterima dengan alam atau lingkungan sekitarnya. Penderita memerlukan motivasi untuk proses pemulihan dalam olah pikir dan menghindari dari hal-hal yang membuatnya merasa bahwa itu ancaman baginya.

Kedua, penderita skizofrenia yang dibutuhkan kenyamanan antarmanusia. Skizofrenia juga berhubungan dengan penurunan sosio-ekonomi dan kejadian hidup yang berlebihan. Masa rehabilitasi perlu adanya kedekatan terhadap penderita yang lain. Hal ini diwujudkan dengan perilaku sopan dan sikap terbuka dengan orang baru yang mendekatinya. Kondisi kejiwaan pederita. Dukungan sosial membantu penderita untuk kembali ke kondisi kejiwaan yang semula. Rehabilitasi dan hadirnya teman membantu merekonstruksi kegiatan yang dijalani penderita akan pulih kembali.

Kegita, kebutuhan kenyamanan yang ingin diperoleh pasien. Tetapi, kebutuhan akan kepercayaan juga ingin diperoleh oleh pasien. Kesembuhan adalah tujuan utama penderita dan keluarga penderita yang dapat dibantu oleh tim rehabilitasi dan dari dukungan orang terdekatnya. Hal ini mencerminkan sikap kebutuhan akan rasa aman pasien. Pasien dalam keadaan seperti itu mengungkapkan bahwa dirinya memang sedang sakit dan butuh perawatan dan dukungan dari ruang terdekat. Intrarelasi pasien dengan psikologisnya menimbulkan keterkaitan pikiran pasien.

Kebutuhan akan rasa aman yang lain dapat dilihat dari sikap penderita yang ingin menghindar dari ancaman. Ancaman tersebut dianggap pasien telah menggangu dirinya. Sehingga wujud penolakan dari penderita. Secara tidak sadar halusinasi menguasai pola kognitif. Penyembuhan untuk mengurangi suatu ancaman bagi pasien adalah penatalaksanaan psikologis. Terapi prilaku kognitif membantu pasien untuk menghindari ancaman yang menganggap penderita tidak merasa nyaman. Tujuannya adalah untuk mengurangi penderitaan dan ketidakmampuan yang tidak secara langsung menghilangkan gejala. Tetapi, dukungan psikologis penting bagi penderita skizofrenia dan keluarga. Terapi keluarga dapat membantu penderita untuk mengurangi ekspresi emosi yang berlebihan. Pengendalian diri akan memengaruhi kestabilan emosi penderita. Terapi tersebut berupa bantuan mandiri (contoh organisasi Hearing Voice) dapat membantu penderita psikosis skizofrenia untuk berbagi pengalaman dan cara untuk menghadapi gejala.

Kini menjadi medan bagi penderita untuk lebih menempatkan diri, menghindari ancaman, mengurangi kecenderungan negatif, dan halusinasi sesaat dengan hearing voice untuk perbaikan psikologis diri. Perkuat rasa aman terhadap diri, alam, dan teman. Itu akan menjadi bantuan mandiri dan bukan medan negatif bagi penderita.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Karya Tak Akan Mati

Belajar dari Master Shifu