in

Puasa dan Perilaku Kita

Memasuki pekan terakhir bulan Ramadan, langgar dan masjid perkampungan sudah mulai sepi jamaah salat terawih. Padahal, di awal-awal Ramadan jamaah salat terawih tumpah ruah sampai ke jalanan. Para jamaah yang berangkat sesudah azan Isya sudah dipastikan membawa dua alas, koran dan sajadah. Hal ini biasa terjadi disetiap tahunnya. Berbanding terbalik dengan pusat perbelanjaan, memasuki pekan terakhir Ramadan semakin ramai pengunjung. Euforia menyambut lebaran lebih terasa di setiap pusat perbelanjaan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim “Dari ‘Aisyah ra. dia berkata, “Kebiasaan Rasulullah Saw. jika telah datang 10 Ramadan terakhir adalah beliau menghidupkan waktu malam (dengan ibadah), membangunkan keluarga (istri-istrinya), bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.”

Bukan berarti kita tidak mengetahui hadis di atas, melainkan pernak-pernik lebaran di pusat perbelanjaan lebih menggairahkan dibanding salat malam dan mengamalkan amalan-amalan bulan Ramadan seperti yang dianjurkan nabi.

Teringat tausiah guru ngaji waktu kecil dulu, sambil menuggu pengumuman terlihatnya hilal dari pemerintah tanda masuk bulan Ramadan. Para santri duduk mengitari guru ngaji yang sedang memberi wejangan “yang sudah kelas III wajib puasa penuh.” Beliau juga megingatkan jika pada bulan Ramadan setan-setan dikurung. “Setan di bulan ramadan itu dikerangkeng. Jadi, kalau sampai ada yang tidak puasa berarti bukan karena digoda setan. Tapi, karena memang kalian sendiri yang mbeling”.

Seringkali sikap tidak baik kita selama di luar Ramadan yang menjadi sasaran tersangka utama adalah setan. Kita sering sekali meyalahkan setan sebagai faktor kelalaian kita dengan dalih setanlah yang telah menggodanya. Jika, manusia bisa memanusiakan manusia maka kali ini manusia juga bisa menyetankan setan. Kita pasti masih ingat kejadian beberapa waktu lalu, tersangka pembunuhan sadis di Tangerang yang tidak mau mengakui perbuatnnya. Tersangka mengatakan bahwa ada dalang atau aktor lain yang membuat dia membunuh korban. Awalnya penyidik mengira tersangka hanyalah pembunuh bayaran yang disuruh tuannya. Tapi, alangkah mengejutkan bahwa aktor dibalik pembunuhan tersebut adalah sebuah bisikan gaib. Apakah ini juga termasuk kriminalisasi manusia terhadap setan?

Tugas setan menggoda, tugas kita sebisa mungkin menahan nafsu kita untuk merealisasikan godaan tersebut. Sejatinya nafsu yang melekat pada diri manusia adalah murni dari manusia. Perbuatan tidak baik manusia termasuk bermalas-malasan dalam beribadah, menggunjing, menfitnah, dan sebagainya. Hendaknya para manusia ini mau mempertanggungjawabkannya sendiri, bukan malah melempar kesalahan lantaran tergoda oleh setan. Di Ramadan ini, waktunya kita melihat diri sejauh mana nafsu berkehendak pada diri kita, kali ini tanpa campur tangan setan. Nafsu ingin berbelanja berlebihan hingga melalaikan kewajiban bahkan amalan-amalan pada bulan ramadan terpaksa terabaikan. Manusia bukanlah makhluk yang tercipta seperti mailakat atau tercipta seperti iblis. Manusia merupakan kombinasi dari malaikat dan iblis. Kadang bisa berbuat baik sekaligus bisa berbuat tidak baik. Manuasia hanya bisa memohon pada Allah SWT pemberi petunjuk.

“… Dan barang  siapa yang disesatkan Allah Swt. maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah Swt. maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Swt. Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” (QS Azzumar 36-37).

Akan tetapi kita tidak perlu khawatir Allah Swt. juga memberikan paket lengkap untuk mengakali itu semua.

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus yaitu, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS. Alfatihahayat 5-7). Kita akan selalu membacanya di setiap salat kita.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kegembiraan Menyambut Bulan Puasa