Beranda Sanggar Celoteh

Sanggar Celoteh

Sanggar lebih dekat dengan aktivitas seni daripada kata griya dan omah. Celoteh ini merupakan aktifitas verbal yang pas degan aktifitas perpuisian.

Berceritalah Kampungku

Cuaca menjadi beku Lidah menjadi kaku Cerita kemenangan menjadi dedaunan bersih tersapu Harapan menjadi batu Cuaca menjadi beku Kita bicara tentang hidup Lampu harapan menjadi redup Sawah mulai kering pecah berdebu Dan berceritalah tentang baju lebaran anakmu Makanan dihari raya keluargamu Mukena lusuh ibundamu Peci hitam menjadi merah bapakmu Dan beribu...

Dalam TakbirMu

Allah Tuhanku, Namamu bergema menggedor-gedor jiwa pendosa ini Aku kumandangkan kebesaranmu sambil menginsafi hidup yang redup ini Aku nikmati basuhan namamu pada luka dosa walau terasa perih Aku tidak mau mengakhiri apapun, aku hanya ingin berlanjut dan lebih baik Kalaulah beduk yang...
Ikan yang dibungkus daun pisang Ditungku bata dapur petani Wangi daunnya yang terbakar mampir ke hidung tukang sol keliling Itu satu hari menjelang lebaran fitri Wanginya melayang menyapa merah putih di perahu nelayan Seorang nelayan menatap lautan yang kecoklatan Terbayang wajah muram anak semata wayang Baju...
Seorang Bapak menjelang lebaran adalah bara duka pada jerami kering Istrimu, dari balik jendela menatap tetangga yang baru pulang dari swalayan, diskon menjelang lebaran, Anakmu yang setia menete duka dari dada ibunya yang kempis, kurang masukan Kau sendiri belum punya kabar, dari...

Juru Taman

Untuk Sofyan RH Zaid   Ketika mata masih di titik buta dan separuh cahaya bulan jatuh di punggung malam Aku mengintip juru taman memupuk sabar Menunggu kata demi kata bermekaran   Dari pohon keabadian Ribuan lebah berburu ingatan Menghisap sunyi dari waktu yang...

Ruas Sunyi

Untuk Niken Aristianingrum   Berdebar-debar ruh gemetar Bekejar_kejar usia mengintai Aku pasrah menempuh arah   Ketika malam menghampiri Dan senja tergesa-gesa pergi Waktu tak memberi jarak Pada ingatanku yang berarak   Dari tempat yang tak pernah tersinggahi Sembunyi-sembunyi aku mengintip Engkau mengayam sabar di altar penantian Tempat biasa peluh kita berpelukan   Kini...
1,446FansSuka
438PengikutMengikuti
36PengikutMengikuti
105PelangganBerlangganan