Hakikat Santri

0
265
Sumber Gambar: tribunnews.com

Tarian burung berapi-api

Bersiul ke sana sini

Menari di bawah deraian embun pagi

Matahari mulai mengintip

Tersihir irama indah dari masjid

Lantunan-lantunan itu.

Mengaji, makanan pokok para santri

Gundul, bukan kepala sapri

Kuning, bukan hanya warna tai

Melainkan kitab yang dikaji

Mentradisi pada diri santri

Senin-Kamis, puasa wajib santri

Bukan hanya menahan diri

Tapi juga berbudi pekerti

 

Santri…..

Antri tiap pagi

Hanya untuk menyucikan diri

Menghadap sang ilahi rabbi

 

Santri…..

Bertasbih antara tetesan langit

Bermunajat di bawah lentera bintang

Bersujud di atas hamparan sajadah

Yang berselimutkan ketakwaan

 

Santri…..

Rindukan barokah sang kyai

Berlomba tiap hari

Menggeluti rantaian tasbih

Mengeja bait-bait jihati

 

Santri…..

Lima waktu tiap hari

Berbingkai barisan para santri

Yang dikomandoi sang kyai

Tuk tenggelam ke dasar khusyuknya hati

 

Santri…..

Gemuruh takbir selalu menggelegar

Menumpahkan 1000 harapan

Tuk peroleh sebuah bingkisan

Bingkisan barokah dari tuhan

 

Itu dulu

Saat keimanan menjadi perisai

Atas tajamnya pedang kezaliman

 

Dan sekarang

Hanya seutas nama yang tertahan

Karena kejamnya perubahan zaman

 

Kamis, 27 April 2017

***
Juara 3 kategori Puisi: Lomba Menulis “Membangun Literasi Santri Bersama FORMASI RUA” dalam rangka 2nd Anniversary FORMASIRUA.OR.ID.

Ayo Komentari

komentar

BAGIKAN
Postingan SebelumnyaSelamat Malam RUA
Postingan BerikutnyaTasawuf Ala Santri RUA
Santri aktif Raudlatul Ulum Arrahmaniyah, Mahasiswa STIRUA, Aktif di Lembaga Bahasa Arab.