Di Pesarean

0
70
Sumber Gambar ; https://i.ytimg.com

“makam para guru”

 

Di sana jasad-jasad mulia terbaring
kembang-kembang wangi bertasbih hingga mengering

Masih tergambar jelas jika kupandang batu nisan
wajah-wajah dingin cahaya kearifan

Benar Tuhan telah menulis namamu di batu silam
tapi, kau juga telah manulis namamu di lubuk hati masa depan

Di bawah desir angin pohon-pohon kamboja
aku kembali mengaji: mengeja huuf-huruf -gundul tanpa syakal:

Sayyidina Ali karromallahu wajhah berkata:
“ANA ‘ABDU MAN ‘ALLAMANI HARFAN WAHIDAN”
(aku adalah hamba atas satu huruf saja)

ana (utawi ingsun)
abduka (iku kaulo iro)
anta (utawi iro)
sayyidi (iku gusti ingsun)
wa ana (lan utawi ingsun)
syakun (iku wong kang beronto)
ilaika (maring iro)

ya… ustadi
ya… syayyidi
ya… murabbi akhirati

Di atas perbaringanmu ini
aku si jalang kembali ingin berdendang:

kepadamu tawassulku wahai guru
mengalir lembut di antara dua batu

aku ini hamba yang tak tahu apa
yang kau didik tanpa ada tanda jeda

syair ini aku tulis kepadamu
di atas perahu lautan  rindu.

 

Baca Juga : Belajar (Artikulasi) dari K.H.A Chalid Elbushairy

Ayo Komentari

komentar