MUBES FORMASI RUA Ke-3 Dan Muhabah RUA

0
74
Dokumentasi FORMASI RUA

Setiap sesuatu pasti ada masanya, apalagi berkaitan dengan hal organisasi, regenerasi merupakan hal mutlak yang mesti dilakukan seiring berjalanya waku. Tugas dan fungsi yang tak mesti dilakukan oleh seseorang selamanya karena hal yang demikian berkaitan dengan perubahan yang terus berjalan. Kemajuan yang semakin dinamis dan kompleks menuntut sebuah organisasi untuk menempatkan jajaranya pada pos yang sesuai dengan kemampuan dizamanya. Forum Mahasisiwa dan Santri Raudlatul Ullum Arrrahmaniyah atau yang familiar disingkat (Formasi RUA) merupakan wadah bagi para mahasiswa dan santri untuk jadi kader masa depan yang jeli melihat persolan sosial disekitarnaya. Mampu memberikan solusi yang cepat dan melakukan dengan tepat. Inilah yang orientasi  yang selama ini diterapakan selain memberikan sumbangsih ke Alma’had yang berupa tenaga, fikiran, dan material demi kemajuan dan keberlangsungan dunia islam yang secara estafet telah diwariskan sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW.

 

Sebagai organisasi yang memiliki kader muda, FORMASI RUA sangat menjadi perhatian karena jiwa muda yang masih bergelora dan kuat akan perjuangan. Harapan tentu selalu disematkan pada setiap pundak kadernya untuk selalu berfikir dan bekerja secara tepat dan cepat. Berkaitan dengan hal itulah agenda besar FORMASI RUA  untuk mengadakan acara Musyawarah Besar (Mubes) Ke-3 menjadi perhatian yang mesti menarik diperbincangkan. Akan ada berbagai masalah  yang harus dipecahkan bersama para kadernya lebih lagi hal ini berkaitan dengan pelebaran sayap organisasi agar setiap daerah memiliki kepengurusan sesuai wilahyahnya.

Bukan hanya merencanakan kinerja jangka panjang serta memilih pucuk kepemimpinan baru, MUBES FORMASI RUA harus jadi pengerak cinta (muhabah) RUA yang totalitas dan paripurna. Telah kita ketahui bersama Almahad RUA merupakan institusi pendidikan yang sarat akan nilai kepesantrenan yang juga di sisi lain tetap mengupayakan nilai kemajuan, artinya ilmu yang dipelajari bukan hanya pengetahuan tentang ilmu langit yakni yang berkaitan dengan ketuhanan sebagai contoh mengaji kitab AL-qur’an dan kitab-kitab klasik serta yang lainya yang berkaitan dengan hal teresebut. Akan tetapi, pengetahuan ilmu bumi yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia juga dipelajari dan mendapat waktu yang sesuai. Di samping itu mencintainya bisa juga menjadi dasar menjaga negeri ini.  Terlebih saat ini organisasi masyarakat (Ormas) Islam radikal semakin menimbulkan sinyal kekhawatiran akan keberlangsungan negeri ini yang majemuk yang telah diperjuangkan kiai-kiai kita tempo dulu, serta diteruskan hingga saat ini.

 

Apalagi Proses pendirikanyapun bukan hal yang seolah jatuh dari langit, butuh proses panjang dan berliku. Mengutip bahasa Bung Karno “tidak ada perjuangan tidak menjatuhkan kringat yang mengkristal” berkat Rahmat Allah SWT kini Almahad RUA telah menjelma sebagai kota di tengah kebun-kebun masyarakat sekitarnya. Di mana gedung-gedung tinggi berada di atas tanahnya dan lampu besar yang mengelilinginya. Inilah yang menjadikan RUA  cinta bagi para kader FORMASI RUA.

Jika kita telisik lebih dalam upaya untuk menujunya memang sangat sulit, terlebih setelah boyong dari Almahad tentunya para kader akan memiliki kesibukan serta tanggung jawab yang diemban.

 

Mubes kali ini bisa jadi poros pengembalian optimisme yang tinggi untuk mencintai RUA disamping yang telah dijelaskan di atas. Apalagi lokasi acaranya masih dalam lingkungan Almahad yang akan mengembalikan nostalgia para kader untuk menjadikan marwah Almahad RUA sebagai tongkat perjuangan. Di dalamya para kader harus kembali melihat dari mana mereka berasal dan apa yang telah mereka peroleh selama ini hingga mereka mampu menjadi sosok yang intelektual dan dinamis. Sumbangsih mereka begitu sangat dinantikan para santri sekaligus adik ideologisnya. Apalagi saat ini derasnya arus globalisasi yang semakin menajamkan pengaruhnya, hingga manusia dituntut cepat dan tanggap menghadapi kemajuan. Serta tantangan hidup yang bukan lagi berada ditingkat regional akan tetapi sudah pada antar pribadi, jangan sampai para santri justru kalah di situ akibat tak ada figur yang mendorong dan memotivasinya, atau paling tidak mereka justru tak mengenal para pendahulunya, dan mencari orang lain yang berbeda ideologi.

Tentu hal demikian harus jadi perhatian bersama para kader, jika ini terjadi dapat berakibat tidak baik.

 

Akan tetapi upaya yang selama ini dilakukan kader FORMASI RUA sudah patut kita apresiasi, dari mulai pembuatan Website yang jadi sarana komunikasi menjalin silaturahmi antar santri dan para kader FORMASI RUA, hingga mereka bisa saling berinteraksi dan berbargi hal baru, selain kegiatan lain yang cukup bermanfaat.

 

Akhirnya penulis ucapkan selamat bermusyawarah besar FORMASI RUA, keputusan kalian akan menjadi cermin bahwah para kader FORMASI RUA merupaka kader yang betul berkompeten dan dewasa berorganisasi serta tidak akan terkotak-kotak dalam perbedaaan dan cara pandang, kami meyakini upaya di arena mubes akan selalu berorientasi untuk mengais berkah dan  menebar maslahah, dan terus mengupayakan proses menajamkan kecintaan pada Almahad RUA. Semoga!

 

***
Juara 3 kategori Artikel: Lomba Menulis “Membangun Literasi Santri Bersama FORMASI RUA” dalam rangka 2nd Anniversary FORMASIRUA.OR.ID.

Ayo Komentari

komentar