Karbala Ketika Itu

0
23
Sumber Gambar : https://www.satujam.com

Kafilah yang lewat

Gurun pasir menyambut

dengan wajah kematian

yang pernah disebut

Tataplah botol ini!

Tataplah, Kelak

Sebelum angin

Cuaca pun lebih

padam dari kusta

Darah ke mana-mana

Lalu Kau di mana?

“Telah gugur yang berangkat

Telah gugur

Telah…”

Pasar meriuh

Sepuluh

kehilangan satu

 

Baca juga Berceritalah Kampungku

 

Ayo Komentari

komentar

BAGIKAN
Postingan SebelumnyaMenanti kata “Indah pada waktunya”
Postingan BerikutnyaCerita Angin Genit
Kelahiran Sumenep 9 Desember Alumni PP. Syaichona Yahya Kamal Bangkalan. Sekarang mengurus PP dan Madrasah Raudlatul Mubtadiin Gapura Tengah.